5 Contoh Strategi Harga Coret yang Ampuh Agar Jualan Laris

8 Agustus 2022

Harga coret merupakan salah satu cara berjualan yang sering dilakukan oleh setiap bisnis. Menerapkan harga coret bisa menarik perhatian dari para calon pembeli. Namun, cara ini juga bisa memberikan kerugian terutama untuk bisnis dengan margin keuntungan yang kecil.

Pengertian Harga Coret

Pengertian dari harga coret adalah mengurangi harga untuk produk yang dijual. Cara ini bisa menjadi strategi yang cocok untuk memperkenalkan produk baru dan menarik perhatian pelanggan. Cara ini juga bisa dilakukan untuk meningkatkan penjualan pada waktu tertentu. Misalnya saat akhir kuartal laporan keuangan.

Strategi harga coret juga menjadi cara untuk bersaing dengan kompetitor. Bahkan tidak jarang juga kompetisi harga ini membuat persaingan usaha semakin ketat. Ini bukan berarti strategi harga coret adalah strategi penjualan yang buruk. Justru dengan menerapkan strategi ini akan banyak calon pembeli baru yang berminat.

5 Contoh Strategi Harga Coret

Saat mengelola penjualan, kamu akan membutuhkan banyak strategi pemasaran untuk menarik perhatian calon pembeli. Strategi harga coret adalah salah satu yang bisa kamu terapkan untuk mendapatkan hasil penjualan yang baik. Mengelola penjualan untuk memenuhi target memang cukup susah, tapi strategi yang tepat bisa membantu suksesnya penjualan.

Agar strategi tersebut berhasil dilakukan, kamu bisa menggunakan lima strategi harga coret berikut ini:

1. Harga Coret Penjualan

Strategi harga coret penjualan cukup sering ditemukan di sekeliling, misalnya di supermarket yang memberikan promo harga lebih murah untuk buah atau beras. Strategi ini memang contoh strategi harga coret yang paling mudah dilakukan. Karena strategi ini juga ampuh meningkatkan penjualan terutama untuk produk tertentu.

Saat mengimplementasikan strategi harga coret penjualan, pastikan kamu memilih produk yang sesuai. Jika produk yang memiliki promo harga coret tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pelanggan, maka strategi akan sia-sia dan penjualan tidak bisa naik.

Contoh implementasi harga coret penjualan yang sukses adalah promosi yang dilakukan supermarket atau retail. Mereka rutin melakukan promo harga coret untuk produk yang berbeda setiap bulannya. Produk tersebut juga merupakan produk yang banyak dicari seperti minyak, beras, gula, dan lainnya. Karena rutin melakukan promo untuk produk berbeda, pelanggan akan selalu kembali untuk berbelanja lagi.

2. Strategi Loss Leaders

Strategi yang selanjutnya adalah strategi loss leaders. Strategi loss leaders adalah strategi penurunan harga di mana harga yang diturunkan sangat jatuh hingga penjualan tidak mendapatkan keuntungan. Nah, strategi loss leaders bertujuan untuk menarik perhatian calon pembeli sebanyak-banyaknya. 

Strategi loss leaders cocok untuk digunakan sebagai strategi brand awareness untuk usahamu. Semakin banyak orang yang mengetahui tentang produkmu, maka semakin besar kemungkinan pembelian semakin tinggi. Selain itu strategi loss leaders diharapkan bisa menarik perhatian pelanggan ke tokomu dan tertarik juga dengan produk lain yang ada di tokomu.

Dengan demikian, mereka tidak saja melakukan pembelian untuk satu jenis produk, tapi lebih dari satu produk. Contoh sederhana untuk strategi loss leaders adalah flash sale. Saat flash sale, harga produk bisa diturunkan hingga sangat jauh misalnya Rp 1.000 atau bahkan Rp 1. Meskipun hanya waktu sesaat, strategi ini mampu menarik perhatian banyak orang untuk melihat-lihat toko dan produk mereka.

3. Harga Coret Permanen

Harga coret permanen adalah salah satu strategi harga coret di mana harga yang diturunkan bersifat permanen. Tidak seperti dua strategi sebelumnya yang bersifat sementara atau hanya pada waktu tertentu saja, harga coret permanen bersifat selamanya. Bahkan kemungkinan harga akan terus turun hingga seterusnya.

Contoh strategi harga coret permanen adalah harga untuk produk elektronik. Produk elektronik seperti smartphone selalu berkembang setiap tahunnya. Smartphone keluaran lama tentunya memiliki harga yang terus turun. Ini adalah contoh sederhana untuk harga coret permanen.

Sejauh ini, harga coret permanen cocok untuk dilakukan pada produk yang memiliki perkembangan pesat seperti produk elektronik, kendaraan, dan juga produk lain yang dibuat berdasarkan tren atau kebutuhan sesaat. Jika kamu menerapkan strategi harga coret permanen untuk jualanmu, maka kamu perlu memikirkan produk-produk terbaru lain yang memberikan keuntungan untuk menggantikan produk yang mengalami penurunan harga.

Baca Juga: Rekomendasi Hashtag Instagram yang Banyak Diminati

4. Predatory Price Cutting

Strategi yang bagus selanjutnya adalah predatory price-cutting atau harga coret yang bersifat predator. Predator di sini hanyalah kiasan saja karena strategi harga coret ini cukup ganas untuk industri kecil kompetitor lainnya.

Strategi penurunan harga ini bersifat predator saat menurunkan harga dalam waktu yang cukup lama. Produk yang dijual juga bermacam-macam, sehingga situasi ini memaksa kompetitor untuk menurunkan harga juga agar bisa bersaing. Namun, sebagian besar kompetitor akan mengalami kegagalan berkompetisi dalam jangka waktu yang sedikit.

Strategi ini sering digunakan oleh perusahaan besar yang ingin menyingkirkan kompetitor atau bahkan ingin membelinya. Contohnya adalah Facebook. Sebelumnya, Facebook selalu memberikan layanan gratis kecuali untuk bisnis yang ingin melakukan pemasaran. Kemudian, Facebook menawarkan harga terjangkau untuk promosi dan menyudutkan kompetitor lain yang memiliki fitur serupa, sehingga saat kompetitor lain sudah terpojok, Facebook membeli kompetitor tersebut.

5. Diskriminasi Harga

Diskriminasi harga adalah salah satu strategi di mana penjual memberikan harga yang berbeda untuk produk yang sama. Ini bertujuan untuk mendapatkan pasar yang berbeda pada produk yang sama. Harga yang ditawarkan memang berbeda cukup jauh, tapi bisa jadi memiliki pelayanan yang berbeda pada pelanggan.

Contoh yang paling sering kita temui untuk strategi penjualan satu ini adalah harga untuk layanan penyedia internet. Harga untuk kecepatan yang sama bisa berbeda untuk pelanggan rumah dan bisnis. Keduanya tentunya memiliki manfaat berbeda satu sama lain tapi banyak hal yang memiliki kesamaan juga.

Cara menentukan yang mana strategi yang paling tepat untuk usahamu adalah dengan melihat kondisi usahamu. Apabila usahamu sedang menghabiskan produk untuk kuartal akhir laporan keuangan, maka kamu bisa menggunakan strategi harga coret penjualan atau loss leaders. Atau jika ingin mengenalkan produk terbaru yang lebih inovatif dan memiliki teknologi canggih, maka harga coret permanen adalah cara yang pas untuk strategi jualan produk sebelumnya.

 

Namun, ada juga kerugian dari strategi di atas untuk proses jualan. Salah satunya adalah tidak bertahan lama. Memberlakukan penurunan harga bisa mendapatkan keuntungan yang sedikit untuk penjualan. Jadi ini bisa merugikan penjualan. Untuk usaha yang sudah besar, ini cukup mudah. Untuk usaha kecil, strategi harga coret dalam waktu yang lama akan sangat merugikan. Jadi pastikan untuk menggunakan strategi penurunan harga tersebut di waktu yang pas.

Agar kamu bisa fokus mengelola jualanmu, kamu bisa menggunakan Koala App. koala App adalah aplikasi pengelola transaksi usaha. Mulai dari mengelola penjualan dan pembelian, cek ongkos kirim, hingga mengelola kontak pelanggan tanpa harus membuka aplikasi lain. Jadi Koala App akan sangat mempermudah pengelolaan usahamu.