Apa Itu Tagline? Ini Pengertian, Jenis dan Cara Membuat

6 Desember 2022

Tagline artinya semboyan atau susunan kata singkat yang menjelaskan produk. Kumpulan kata ini menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran. Berdasarkan konsep psikologi marketing, pelanggan lebih tertarik untuk memilih dan membeli produk dengan brand yang sudah terkenal serta sudah populer taglinenya di masyarakat.

Apa Itu Tagline?

Tagline adalah kumpulan kata yang bisa menjelaskan, menggambarkan, dan mendeskripsikan merek atau brand agar orang yang membacanya bisa dengan mudah mengenali serta mengingat brand tersebut.

Tagline bentuknya adalah kata-kata singkat yang mampu menjelaskan produk atau layanan secara cepat dan tepat. Jadi disini tagline dapat meningkatkan brand awareness pada masyarakat.

Pembuatan tagline ini juga dapat memberikan pengaruh yang kuat pada audiens dalam mengambil keputusan dari calon konsumen. Tagline ini membuat audiens lebih mudah membedakan satu brand dengan yang lain.

Sampai sekarang masih banyak yang beranggapan tagline adalah logo atau slogan. Padahal dua hal tersebut sangat berbeda. Slogan atau logo dipakai untuk campaign dengan tujuan promosi produk yang dirilis satu brand.

Tentunya itu berbeda dengan tagline yang mempresentasikan sebuah brand bisnis secara keseluruhan, tidak hanya untuk satu produk saja.

Baca Juga : 9 Kata-Kata Menarik untuk Promosi di Media Sosial!

Fungsi Tagline

Pada penjelasan tentang arti tagline dapat dilihat juga fungsi utamanya. Tagline adalah bagian strategi pemasaran yang dibuat untuk meningkatkan brand awareness. Tak hanya itu, fungsi lain adalah mempengaruhi keputusan calon klien untuk membeli hingga berlangganan pada satu brand.

Tagline juga berfungsi sebagai cara untuk memperkuat merek dagang sekaligus identitas sebuah brand. Jadi tagline ini selain bisa dipakai pada bisnis, dapat juga untuk personal branding.

Jenis-Jenis Tagline

Jika sudah tahu apa pengertian tagline beserta fungsinya, mari melihat apa saja jenis tagline yang perlu diketahui.

1. Tagline Deskriptif

Jenis yang pertama ini mendeskripsikan sebuah brand sesuai dengan kelebihan, keunggulan, hingga keunikan yang dimiliki merek itu sendiri. Cocok untu meringkas kegunaan serta keunggulan sebuah produk.

Contoh untuk tagline jenis ini adalah milik Ebay yang bunyinya Buy it. Sell it. love it.

2. Tagline Provokatif

Jenis yang kedua ada tagline provokatif yang menggunakan kata ajakan atau tantangan untuk para calon pelanggan yang berpotensi pada satu brand. Ini salah satu strategi pemasaran agar membujuk pelanggan sehingga terjadi pembelian suatu produk.

Contohnya ada tagline milik Tolak angin yang berbunyi, orang pintar minum tolak angin

3. Tagline Imperatif

Untuk jenis imperatif ini artinya tagline dibuat dengan kata kerja. Jadi kata-kata yang dipakai adalah kata yang sifatnya mengajak untuk menginfokan dan menyuarakan keunggulan suatu produk salah satu brand tertentu.

Tagline imperatif ini meminta calon pelanggan atau audiens melakukan aksi yang ada kaitannya dengan brand yang sedang dipromosikan. Misalnya tagline Sanken yang bunyinya "Untung ada Sanken".

4. Tagline Spesifik

Pada jenis ini tagline dibuat untuk lebih menonjolkan dan menyuarakan keunggulan khusus dari salah satu produk yang membuat produk tersebut lebih unik dari kompetitor. Misalnya saja, tagline milik kosmetik Olay yang berbunyi " Love the skin you are in".

5. Tagline Superlatif

Ciri khas dari tagline yang terakhir ini yaitu mempromosikan kelebihan satu brand dengan kata-kata yang lebay atau hiperbolik, menantang, dan berani. Contoh mudahnya tagline Kapal Api yang bunyinya Jelas Lebih Enak.

Baca Juga : Ini Contoh Deskripsi Produk yang Dapat Menarik Pelanggan

Cara Membuat Tagline

Jenis tagline memang cukup beragam, hal ini bisa dimanfaatkan pelaku bisnis untuk memilih tagline yang sesuai dengan brand yang dimiliki. Menjadikan tagline sebagai ciri utama sebuah merek akan memaksimalkan pemasaran.

Tagline ini jika dibuat sesuai dengan produk dan citra perusahaan akan membantu sekali baik untuk pengusaha dan pelanggan. Bagi pelanggan tagline ini menjadi salah satu faktor untuk mengingat brand dan berlangganan dengan satu brand tersebut.

Sementara itu bagi pengusaha, tagline ini merupakan bagian strategi pemasaran yang tidak bisa dibuat asal-asalan. Nah, untuk itu mari langsung saja lihat seperti apa pembuatan tagline yang baik dan benar.

1. Buat Tagline Original dan Unik

Sebagai identitas bagi perusahaan maka tagline akan memberikan representasi pada audiens tentang kelebihan dari brand terkait. Disarankan untuk membuat tagline yang berbeda dari kompetitor. Penting untuk membuat tagline unik dan original.

Tagline seperti itu akan memberikan kesan baik di mata audiens dan menjadi citra baik juga karena calon pelanggan akan melihat brand terkait termasuk salah satu yang profesional. Pastikan mendaftarkan tagline yang otentik tadi sebagai copyright.

2. Tidak Lebay

Tagline yang baik disarankan untuk tidak berlebihan atau buat yang apa adanya saja. Meski ada salah satu jenis tagline yang menggunakan hiperbolik namun sebaiknya tidak melewati batas kewajaran.

Baiknya buat tagline yang jujur dan apa adanya khususnya untuk brand yang masih sangat baru. Hindari kata-kata yang memiliki makna klaim secara sepihak seperti kata termurah, terpercaya, teraman, dan sejenisnya.

3. Sesuaikan dengan Produk

Tagline dibuat untuk mendeskripsikan sebuah produk dari satu brand tertentu. Jadi pastikan untuk membuat yang memang mewakili dan menggambarkan produk yang sedang dipromosikan. Ini untuk memudahkan calon pelanggan mengenal produk tersebut dan tertarik menggunakannya.

4. Gabungkan dengan Logo

Agar tagline lebih mudah diingat dan menarik tak ada salahnya membuatnya menjadi satu kesatuan dengan logo. Hal ini karena audiens akan lebih mudah mengingat visual logo daripada tulisan.

Itulah penjelasan mengenai tagline. Intinya, tagline artinya susunan kalimat yang menjadi bagian penting dari strategi pemasaran. Selain tagline, masih banyak yang harus kamu pelajari dalam strategi pemasaran. Agar hasilnya lebih maksimal, disarankan untuk menggunakan aplikasi Koala+

Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur Broadcast Message. Dimana fitur ini bisa digunakan untuk menyebarkan promosi toko atau produk kamu melalui pesan broadcast Whatsapp Business API. Selain itu ada juga fitur chatbot, manajemen produk & transaksi dan live customer service yang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan bisnis.